Kertas daur ulang, akhir akhir ini semakin populer semenjak isu global warming mencuat. Tapi pemahaman kertas daur ulang yang selama ini kami tangkap dari masyarakat berdasarkan telepon yang masuk baru sekedar kertas bekas yang di daur ulang kembali dan karena kertas bekas jadi harganya dianggap murah. Bahkan kebanyakan menganggap kertas bekas itu adalah kertas koran yang sudah tidak terpakai, bahkan ada yang begitu bersemangat dan ngotot mau menyumbang koran bekas agar diolah kembali oleh kami menjadi kertas daur ulang yang dapat digunakan lagi.
Pengolahan kertas bekas menjadi kertas daur ulang yang ” layak pakai kembali” dengan memenuhi standart kualitas tertentu tidak semudah membuat kertas baru. Diperlukan pemrosesan tertentu, alat serta tehnologi yang canggih agar kertas bekas tersebut dapat digunakan lagi secara layak seperti halnya kertas baru.
Kertas daur ulang yang dapat dilakukan dalam skala kecil (home industry) adalah pembuatan kertas daur ulang buatan tangan (recycle handmade paper). Proses pembuatan kertas daur ulang dilakukan dengan tekhnologi sederhana. Pembuatan bubur kertas (pulp) menggunakan blender yang biasa digunakan untuk membuat jus. Kemudian bubur kertas tersebut dicetak menggunakan cetakan kertas sesuai dengan ukuran kertas yang ingin dibuat. Cetakan kertas ini bentuknya sama dengan yang biasa digunakan untuk cetak sablon.
Bahan baku pembuatan kertas daur ulang sebaiknya kertas HVS bekas/sisa potongan dari tempat percetakan atau dari toko kertas. Kemudian beri campuran serat alam seprti pelepah pisang, batang merang, eceng gondok, dll gunanya untuk memperkuat struktur kertas dan memberi motif atau tekstur pada kertas agar lebih artistik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar